Text
Tafsir Jender Studi Perbandingan antara Tokoh Indonesia dan Mesir
Perbandingan antara tafsir berwawasan jender di Indonesia dan tafsir jender di Mesir penting untuk melihat hasil pencapaian tafsir jender di Indonesia. Awalnya, orang Indonesia belajar di Mesir atau membaca tafsir karya mufassir Mesir. Namun pada perkembangan selanjutya, mufassir Indonesia telah menghasilkan tafsir sendiri yang sebagian materinya berbeda dengan tafsir di Mesir. Perbedaan ini diakibatkan karena rujukan mufassir Indonesia, di samping berasal dari tafsir dari Mesir, juga dari negara lain.
Persoalan jender dan analisis jender mulai muncul sejak 1960-an dengan fokus kajian adalah gugatan terhadap dominasi laki-laki atas perempuan. Akibat dari dominasi itu, di antaranya, bolehnya laki-laki mengawini perempuan hingga tak terbatas, hak pendidikan dan bekerja hanya dimiliki oleh laki-laki tanpa perempuan yang berakibat pada peningkatan ekonomi laki-laki yang berbeda dengan perempuan. Hal-hal seperti itu, juga ditemukan dalam al- Qurân dan tafsir yang menjadi petunjuk awal dilakukannya kajian jender dalam tafsir. Berdasarkan kerangka pikiran tersebut, tafsir yang mengkaji keseluruhan ayat-ayat al-Quran dan tafsir maudû'i yang memilih tema-tema kesetaraan jender seperti poligami, persaksian perempuan, dan kepemimpinan perempuan dapat menjadi objek kajian dalam buku ini.
Tidak tersedia versi lain