Text
Sejarah Kesultanan Banggai Di Sulawesi Tengah
Dengan wilayah yang sangat luas dan dihuni oleh berbagai etnik dan bahasa serta anutan keagamaan yang beragam, Indonesia memiliki khazanah keagamaan yang amat kaya. Selain sejarah sosial seperti biografi ulama dan tokoh agama serta sejarah kesultanan, khazanah keagamaan di Nusantara juga memiliki titinggalan arkeologi religi dalam bentuk rumah ibadah kuno, artefak budaya, dan inskripsi keagamaan yang tertulis pada batu nisan tua dan bangunan bersejarah. Bahkan, tidak kurang pentingnya, tokoh agama dan masyarakat di masa lalu juga mewariskan pelbagai bentuk ekspresi seni budaya keagamaan yang saat ini, untuk sebagian, sudah tidak lagi dikenali sementara sebagian kecil sisanya sudah mulai nyaris punah ditelan zaman.
Menyadari pentingnya mengenali lebih dekat pelbagai khasanah keagamaan ini, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan kemudian membangun program strategis secara simultan dan dalam jangka panjang untuk menyusun sejarah kesultanan dan menerbitkan biografi ulama dan tokoh agama. Ke depan, berbagai hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi bahan bagi tersusunnya Ensiklopedi Kesultanan Nusantara dan Ensiklopedi Ulama dan Tokoh Agama di Indonesia. Usaha ini diharapkan dapat memberikan pijakan ke arah penguatan orientasi keagamaan di Indonesia ke depan, sesuai dengan corak dan khazanah keagamaan yang telah tertanam dalam di masa lalu, sambil mengambil usaha inovatif yang relevan di masa kini. Kurang lebih, inilah spirit yang dapat diambil dari kaidah ushul yang sangat populer, Al-Muhafadzah 'ala al-qadim al-shalih wa al-akhdz bi al-jadid al-ashlah, yakni memelihara warisan lama yang baik dan, pada saat bersamaan, mengambil inovasi baru yang lebih baik.
Tidak tersedia versi lain